Kelas X

SK I

A. MATERI DAN PERUBAHANNYA
Materi adalah sgala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Perlu diperhatikan pada dasarnya antara massa dan berat tidaklah sama. Dimanakah letak perbedaannya? kami rasa kalian bisa mengingat kembali materi palajaran fisika sewaktu masih duduk di bangku SMP.
Contoh :
air, dapat menempati ruangan yaitu gelas dan dapat dientukan massanya, bagaimana cara menentukan massa air dalam gelas??? caranya adalah timbang terlebih dahulu massa gelas kosong kemudian isi gelas dengan air selanjutnya timbang kembali gelas yang telah berisi air.
Sifat-sifat materi
1. Sifat Fisika
adalah sifat materi yangdapat diamati dengan panca indra kita secara lansung. sebagai contoh :
+ Index bias, sendok akan terlihat membengkok pada segelas air
+ titik didih, air yang mendidih dapat kita amati dengan mata kita
2. Sifat Kimia
Adalah sifat materi yang tidak dapat diamati secara langsung oleh indra kita, sebagai contoh :
suatu makanan akan mudah membusuk ataukah tidak, suatu cairan akan mudah terbakar atau tidak

Perubahan materi
1. Perubahan fisika
adalah perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru, sebagai contoh :
+ gula menjadi sirup
+ air manguap
+ es mencair,

2. Perubahan Kimia
adalah perubahan materi yang menghasilkan zat baru
+ Garam terlarut
+ Bensin terbakar
+ susu fermantasi
MATERI digolongkan menjadi :
Unsur, adalah zat tunggal yang secara proses kimia sederhana sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi bagian yang lebih kecil/sderhana. contoh:
+ unsur logam : Besi, alumunium, Perak, Tembaga, Nikel, Platina
+ Unsur Non-logam : Hidrogen, oksigen, Karbon, Nitrogen dll
Senyawa, adalah zat tunggal yang secara proses kimia biasa masih dapat diuraikan kembali menjadi bagian yang lebih sederhana lagi. contoh:
+ Air
+ Garam
Campuran, adalah gabungan dari beberapa zat tanpa adanya komposisi yang tetap. contoh : + Campuran Homogen : air+gula+garam
+ Campuran hetrogen : pasir+air+batu

Cara Pemisahan campuran

+ Destilasi, cara pemisahan campuran yang didasarkan atas perbedaan titik didih dari zat-zat yang bercampur.
+ Kromatogrfi, cara pemisahan camupran yang didasrkan atas perbedaan capat rambat zuat zat pada media tertentu dengan bantuan pelarut tertentu
+ Filtrasi, cara pemisahan campuran yang didasarkan atas perbedaan ukuran partikel
+ Kristalisasi, cara pemisahan camuran yang didasarkan atas keadaan lewat jenuh dimana salah satu zat akan menjadi kristal bila melewati titik jenuh
+ Sublimasi
PENGHITUNGAN KADAR ZAT DALAM CAMPURAN
+ Persen massa
% massa =(massa zat/massa campuran)x 100%
+ PPM massa
ppm massa =(massa zat/massa campuran)x 106 ppm
+ Persen Volum
% Volum=(Volum zat/Volum campuran)x 100%
+ PPM Volum
ppm Volum =(Volum zat/Volum campuran)x 106 ppm

SK II

LAMBANG UNSUR
Lambang unsur pertama kali diperkenalkan oleh J.J Barcelius
Peraturan penulisan lambang unsur adalah:
1. Lambang unsur diambil dari huruf pertama nama ilmiah unsur tersebut dan ditulis dengan huruf kapital
  Sebagai contoh :
   a. karbon (Carbonium) : lambang unsur C berasal dari Carbon
   b. Oksigen (Oxigenium) : Lambang unsur O berasal dari Oxigenium
2. Apabila unsur memiliki huruf depan yang sama, maka unsur yang lain ditulis dengan dua huruf, huruf pertama ditulis dengan huruf kapital yang diambil dari huruf depannya. Huruf kedua diambil dari salah satu huruf anggota nama unsur tersebut dan ditulis dengan huruf kecil
  Sebagai contoh :
    a. Natrium, ditulis dengan lambang Na karena lambang N sudah digunakan untuk Nitrogen

RUMUS EMPIRIS
RUMUS EMPIRIS adalah rumus yang menyatakan perbandingan yang paling sederhana dari unsur-unsurnya
RUMUS MOLEKUL adalah rumus yng menyatakan perbandingan jumlah atom yang sebenarnya
contoh
RUMUS MOLEKUL RUMUS EMPIRIS
C6H12O6
Na2S2O4
(CH2O)6
(NaSO2)2


MENCARI JUMLAH ATOM
rumus : JML ATOM= KOEFISIEN X INDEKS
a = k X i
CONTOH :
5 mloekul Na2S2O4 ditulis 5 Na2S2O4
koefisien : 5
index H : 2 sehinga jumlah atom H adalah 5 x 2 = 10
index S : 2 sehinga jumlah atom S adalah 5 x 2 = 10
index O : 4 sehinga jumlah atom O adalah 5 x 4 = 20
jumlah total atom adalah 10 + 10 + 20 = 40 atom

PERSAMAAN REAKSI KIMIA
Zat pereaksi -----------------------> Hasil reaksi Reaktan -----------------------> Produk syarat persamaan reaksi adalah jumlah atom sebelum tanda anak panah (zat pereaksi) = jumlah atom sesudah tanda anak panah (zat hasil reaksi) contoh : N2 + 3H2 ----------------> 2NH3 jml atom N jml atom H jml atom N = 2 x 1 = 2 1x2=2 3x2 = 6 jml atom H = 2 x 3 = 6

SK III

SISTEM PERIODIK UNSUR
Sistem Periodik Unsur (SPU) biasanya tertuang dalam sebuah tabel sehingga bisa juga disebut sebagai Tabel Periodik Unsur (TPU). Penyusunan SPU atau TPU pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli kimia bernama Mendeleyev.
Tabel periodik unsur tersusun atas dua bagian yaitu :
- Lajur Vertikal yang biasa disebuat golongan
- Lajur Horizontal yang biasa disebut sebagai periode
Golongan dibagi menjadi :
1. Golongan Utama atau Golongan A
2. Golongan transisi atau golongan B
Periode dibagi menjadi :
1. Periode Pendek yaitu Periode 1,2 dan 3
2. Periode Panjang yaitu Periode 4,5 dan 6, dan
3. Periode tak lengkap atau periode 7
KONFIGURASI ELEKTRON
Konfigurasi elektron adalah susunan elektron yang terdistribusi ke setiap kulit/orbital elektron. dimana kulit elektron dimulai dari kulit K, L, M, N ....dst
Distribusi elktron pada setiap kulit ditentukan dengan rumus 2n2. Dimana n adalah kulit elktron yang ke n. KULIT JML ELEKTRON MAKSIMAL K 2 L 8 M 18 N 32 .. .. .. .. Untuk menentukan golongan digunakan dengan melihat elektron valensi atau elektron terluar, sedangkan untuk menentukan periode digunakan jumlah kulit yang terisi oleh elektron.
golongan = elektron terluar
periode = Jumlah kulit yang terisi elektron
Peraturan pengisisn elektron disetiap kulitnya adalah :
- kulit K diisi maksimal 2 elktron
- kulit L diisi sisa setelah pengisian kulit K, maksimal diisi 8
- kulit M diisi sisa setelah pengisian kulit L, jika sisia dari L < 8 maka diisi apa adnya. jika sisa dari L antara 8 s.d 18 maka diisi 18, jika sisanya >18 maka diisi 18
- kulit N diisi sisa setelah pengisian kulit M, jika sisia dari M < 8 maka diisi apa adnya. jika sisa dari M antara 8 s.d 18 maka diisi 18, jika sisanya antara 18 s.d 32 maka diisi 32, jika sisanya >32 maka diisi 32
contoh :
K19 konfigurasi elktronnya adalah
K L M N
2 8 8 1
dengan demikian atom K terletak pada golongan IA periode 4

SK IV

IKATAN KIMIA
Dalam membentuk senyawa atom harus selalu berikatan dengan atom yang lain, baik atom yang sama maupun berbeda.
jenis-jenis ikatan yang perlu diketahui minimal:
1. ikatan ion
2. ikatan kovalen
IKATAN ION adalah ikat yang terjadi karena adanya serah terima elektron biasanya terjadi antara unsur logam (golongan IA, IIA) dengan nonlogam (gol VIA dan VIIA)
contoh :
NaCl Na (gol IA) menyerahkan 1 buah elektron terluarnya kepada Cl (gol VIIA) CaO Ca (gol IIA) menyerahkan 2 elktron teluarnya kepada O (gol VIA) IKATAN KOVALEN adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian elktron secara bersama-sama, jadi tiak ada serah terima elktron
ikatan kovalen dibedakan menjadi :
1. ikatan kovalen tunggal
2. ikatan kovalen rangkap 2 atau 3
3. ikatan kovalen koordinasi
dan masih banyak lagi jenis ikatan kimia yang yainnya

SK V

REAKSI REDOKS
adalah reaksi reduksi dan oksidasi. REAKSI OKSIDASI adalah :
1. reaksi yang menangkap oksigen. contoh H2 + O2---------> H2O
2. reaksi yang melepaskan elktron. contoh Na -------------> Na+ + elektron
3. reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi. contoh :
Zn ---------> Zn2+
0 ---------> +2
REAKSI REDUKSI adalah reaksi kebalikan dari reaksi oksidasi.
acuan untuk menetukan bilangan oksidasi
1. atom H memiliki bilangan oksidasi (biloks) +1 kecuali pada hidrida -1 contohnya pada AlH3
2. atom O memiliki bilangan oksidasi -2 kecuali pada peroksida yaitu -1 contoh pada H2O2
3. gol IA biloksnya +1, gol IIA biloksnya +2 dan gol IIIA biloks +3
rumus: indeks x biloks = muatan
contoh soal
tentukan biloks S dalam Na2S2O4 Na2S2O4
(indeks Na x biloks Na) + (indeks S x biloks S) + ( indeks O x Biloks O) = 0 =====> karena Na2S2O4 mrupakan senyawa yang netral maka muatannya adalah 0 jadi (2x(+1))+(2x(biloks S))+(4x(-2))=0 (+2)+2S+(-8) = 0 2S-6=0 2S=+6 S=+3

SK VI

KIMIA LINGKUNGAN
Unsur yang terbanyak di uadara adalah Nitrogen kemudian baru disusul Oksigen
Pencemaran lingkungan dibagi menjadi :
1. pencemaran udara
2. Pencemaran air
3. pencemaran tanah
- Zat pencemar udara antara lain gas CO2, CO (sangat berbahaya karena lebih kuat mengikat hemoglobin dibandingkan dengan gas oksigen), SO2 (penyebab hujan asam) dll
- air sadah adalah air yang tercemar oleh ion Ca2+ dan atau Mg2+. air sadah dibedakan menjadi 2 yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap.
- kualitas air yang baik adalah memiliki DO yang tinggi, BOD rendah, dan pH berkisar 7
- zat pencemar tanah biasanya berasal dari jenis pestisida seperti fungisida, herbisida dll

Kelas XI

SK VII

KONSEP MOL
sebelum membahas konsp mol lebih lanjut maka harus paham terlebih dahulu masalah masa atom relatif (Ar) dan masa molekul relatif (Mr)
* Ar adalah massa yang dimiliki oleh unsur, jadi setiap unsur memiliki harga yang berbeda-beda
* Mr adalah massa dari sebuah molekul senyawa, yang merupakan penjumlahan dari Ar penyusun senyawa.
rumus :
Mr = indeks x Ar
contoh
tentukan Mr dari K2O jika Ar K=39 dan Ar O=16
jawab
Mr K2O = (indeks K x Ar K) + (indeks O x Ar O)
Mr K2O = (2 x 39) + (1 x 16)
Mr K2O = 78 + 16
Mr K2O = 94
MOL
rumus :
1. mol = massa/Mr
2. mol = jml partikel/L (L atau bilangan Avogadro adalah 6,23 x 1023)
3. mol = volume/22,4
contoh soal :
1. berapa mol dari 36 gram air jika Mr H2O adalah 18?
jawab
mol H2O = 36/18
mol H2O = 2 mol
2. berapa volume dari 36 gram H2O ? jawab
volume = mol x 22,4
mol H2O = massa/ Mr H2O
mol H2O = 36/18
mol = 2 mol
volume H2O = mol x22,4 Litter
volume H2O = 2 mol x 22,4 litter
volume H2O = 44,8 liter
menurut Avogadro perbandingan koefisien reksi menunjukkan perbandingan volume
contoh soal :
berapa volume gas hidrogen yang diperlukan untuk membuat 400 litter gas amoniak (NH3)
jawab :
N2 + 3H2 -----------> 2NH3 2 mol : 3 mol 2 mol ... (3/2)x400 L 400 L 400 600 L 400 L

SK VIII

HIDROKARBON
adalah senyawa yang mengandung unsur hidrogen dan unsur karbon
hidrokarbon secara umum dibagi menjadi:
1. alkana rumus CnH2n+2
2. alkena rumus CnH2n
3. alkuna rumus CnH2n-2
sedangkan turunnya antara lain :
1. alkil rumus CnH2n+1
2. alkohol rumus CnH2n+2O
3. aldehid
4. keton
5. asam karboksilat
6. ester
7. eter
dalam senyawa hidro karbon dikenal istilah isomer, yaitu senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi rumus bangunnya berbeda
ada beberapa jenis isomer :
1. isomer bangun
2. isomer geometris
3. isomer optis, dll
nama senyawa alkana
NAMA ALKANA RUMUS MOLEKUL
metana CH4
etana C2H6
propana C3H8
butana C4H10
pentana C5H12
heksana C6H14
heptana C7H16
oktana C8H18
nonana C9H20
dekana C10H22

untuk alkena tatanama sama denagn alkana hanya saja akhiran -ana pada alkana diganti ena, demikian juga pada alkuna akhiran -ana diganti -una
sebagai contoh
ALKANA ALKENA ALKUNA
Metana Metena Metuna
Etana Etene Etuna
Pronan Propena Propuna

tata nama alkana :
1. tentukan rantai karbon terpanjang
2. memntukan nama cabang
3. menentukan nomor cabang, penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan cabang, bila dari kedua ujung sama-sama mendapat nomor yang kecil maka penomorzn dimulai dari ujung yang paling banyak mengikat cabang, bila dari kedua ujung sama-sama mengikat jumlah cabang yang sama maka penomoran dimulai dengan urutan abjad terkecil/terdahulu
4. pemberian nama denan urutan nomor cabang-nama cabang-nama rantai utama bila cabangnya banyak maka dipisahkan dengan tanda koma
tata nama alkena dan alkuna :
1. tentukan rantai karbon terpanjang, dimana harus mengandung ikatan rangkap
2. memntukan nama cabang
3. menentukan nomor cabang, penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan rangkap, bila dari kedua ujung sama-sama mendapat nomor yang kecil maka penomorzn dimulai dari ujung yang paling banyak mengikat cabang, bila dari kedua ujung sama-sama mengikat jumlah cabang yang sama maka penomoran dimulai dengan urutan abjad terkecil/terdahulu
4. pemberian nama denan urutan nomor cabang-nama caban-nomor ikatan rangkap--nama rantai utama bila cabangnya banyak maka dipisahkan dengan tanda koma.

SK IX

Larutan Elektrolit-Asam-Basa
Larutan elektrolit adalah larutan yang mengandung muatan listrik
contoh : larutan NaCl adalah larutan elektrolit karena larutan NaCl dapat menghantarkan arus listrik
NaCl dalam air akan terurai menjadi Na+ dan Cl- ciri dari larutan elektrolit adalah :
1. timbul gelembung gas
2. dapat menghantarkan arus listrik
LARUTAN ASAM DAN BASA
LARUTAN ASAM-BASA menurut Arrchenius, asam adalah senyawa yang dapat membrikan ion H+ atau ion hidronium (H3O+) bila dilarutkan dalam air.
CONTOH :
HCl -----------> H+ + Cl-
Sedangkan basa adalah senyawa yanag terlarutan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-).
CONTOH :
NaOH ----------> Na+ + OH-
rumus :
pH = - log[H+]
pOH = - log[OH-]
pH = 14-log [OH-]

SK X

TERMOKIMIA adalah ilmu yang mempelajari perubahan energi yang menyertai raksi kimia. Objek dalam termokimia adalah adanya sistem dan lingkungan
- sistem adalah segala sesuatu yang menjadi objek pembahasan utama
- lingkunagan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem

PERUBAHAN ENTALPHI
PERUBAHAN ENTALPI adalah selisih antara entalpi sistem awal dengan entalpi sistem akhir.
akibat dari adanya perbahan entalpi tersebut maka reaksi kimia dibedakan menjadi 2 jenis :
1. reaksi endoterm
2. reaksi eksoterm
REAKSI EKSOTERM adalah reaksi yang membebaskan kalor sehingga :
- sistem membebaskan energi ke lingkungan
- perubahan entalpi reaksi berharga negatif (dH < 0)
REAKSI ENDOTERM adalah reaksi yang menerima kalor, sehingga :
- sistem menerima kalor dari lingkungan
- perubahan entalpi sistem berharga positif (dH < 0)
JENIS PERUBAHAN ENTALPI SISTEM
1. Entalpi pembakaran
   - adalah entalpi yang terjadi karena adanya pembakaran 1 mol unsur atau senyawa dalam keadaan standar, contoh :
    C + O2 ----------> CO2     pembakaran 1 mol unsur C
   CO + O2 ----------> CO2     pembakaran 1 mol senyawa CO
2. entalpi pembentukan
    - adalah entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan standar.
   contoh:
    C + O2 ----------> CO2     pembentukan 1 mol senyawa CO2
    H2 + O2 ----------> H2O     pembentukan 1 mol senyawa H2O
3. entalpi penguraian
    - adalah entalpi yang terbentuk pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unur-unsur penyusunnya pada keadaan standar
    contoh :
    CO2 ----------> C + O2     penguraian 1 mol senyawa CO2
4. entalpi penetralan
    - adalah reaksi netralisasi manghsilkan H2O
    contoh :
    NaOH + HCl ---------> NaCl + H2O

SK XI

LAJU REAKSI
adalah perbandinganperubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi terhadap perubahan waktu.
persamaan reaksi
A --------------> B
maka laju reaksinya adalah V= k.[A]x
dimana k adalah tetapan laju reaksi.

faktor yang mempengaruhi laju raksi adalah :
1. konsentrasi larutan, dimana semakin besar konsentrasinya maka laju raeksi akan semakin besar
hal ini dikarenakan akan semakin banyak molekul yang salin bertumbukan
sehingga menghasilkan energi yang besar juga.
2. luas permukaan zat, semakin besar luas permukaan zat maka semakin besar laju reaksinya
karena semakin besar pula jumlah partikel yang bersinggungan dengan pelarut.
ukurak kecil = luas permukaan besar demikian sebaliknya
ukuran benda besar = luas permukaan kecil

3. suhu, semakin besar suhu larutan maka semakin besar pula laju reaksinya
karena suhu panas mengakibatkan energi kinetiknya semakin besar yang mengakibatkan naiknya juga laju reaksi.
4. katalis, adalah zat yang mampu menyebabkan unusr/zat lain berubah namun dirinya tidak ikut berubah

contoh soal :
hasil percobaan laju raksi 2NO(g) + 2H2(g) -----> N2(g) + 2H20(g)
tentukan orde reaksi 2NO2(g), 2H2(g), dan tetapan laju reaksinya serta harga X
no Laju reaksi (mol/L.s) Laju reaksi (mol/L.s)
[NO] [H2]
  4 X 10-3
4 X 10-3
4 X 10-3
2 X 10-3
10-3
1,5 X 10-3
3 X 10-3
6 X 10-3
6 X 10-3
6 X 10-3
32 X 10-7
64 X 10-7
120 X 10-7
30 X 10-7
X
orde reaksi terhadap NO adalah :
cari konsentrasi NO yang berubah tapi konsentrasi H2 yang tetap [NO] laju reaksi
4 x 10-3 120 x 10-7
2 x 10-3 30 x 10-7
perubahan konsentrasi NO adalah 1/2 kali dan perubahan laju reaksi adalah 1/4 kali jadi orde reaksi NO adalah (1/2)n=(1/4) maka n=2 sehingga orde reaksi terhadap NO adalah 2 orde reaksi H2 adalah : konsentrasi NO dibuat tetap tapi konsentrasi H2 dibuat berubah [NO] [H2] laju reaksi
4 X 10-3 1,5 X 10-3 32 X 10-7
4 X 10-3 3 X 10-3 64 X 10-7
perubahan H2 adalah 2 x sedang laju reaksi 2 x juga orde reaksi H2 adalah (2)m=(2) maka m= 1 jadi orde reaksi H2 adalah 1
tetapan laju reaksi (k) adalah :
v = k [NO]n[H2]m
dimana n=2 dan m=1, maka
64 X 10-7 = k [4 X 10-3]2[3 X 10-3]
64 X 10-7 = k 48 x 10-9
sehingga k = 133
harga x adalah
v = k [NO]n[H2]m
x = 133 [10-3]2[6 x 10-3]
x = 133 [6 x 10-9]
x = 798 x 10-9
x = 7,98 x 10-7

SK XII

Reaksi Kesetimbangan Kimia
adalah reaksi yang dapat balik atau dapat berjalan dua arah kembali ke zat awal begitu seterusnya
macam reaksi kesetimbangan
1. reaksi kesetimbangan homogen, yaitu bila fasenya sama
   contoh :
   (i) N2(g) + 3H2(g) <===========> 2NH3(g)
   (ii) H2(g) + 1/2O2(g) <===========> H2O(g)
2. reaksi kesetimbangan heterogen, yaitu bila fase reaksinya berbeda
   contoh :
   CaCO3(s) <==========> CaO(s) + CO2(g)
hukum kesetimbangan kimia
mA + nB <==========> pC + qD
rumus
Kc= konsentrasi hasil
konsentrasi awal
Kc= [C]p[D]q
[A]m[B]n
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGESERAN KESETIMBANGAN
1. KONSENTRASI, Jika salah satu ruas konsentrasi ditambah maka akan bergeser kearah ruas yang lain, sebaliknya bila salah satu ruas konsentrasi dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser menuju ruas yang konsentrasinya dikurangi
2. TEKANAN dan VOLUME, jika tekanan diperbesar/ volume diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser menuju ruas yang jumlah koefisiennya kecil demikian sebaliknya
3. SUHU, jika suhu dinaikkan/ditambah maka kesetimbangan akan bergeser menuju raeksi endoterm demikian sebaliknya jika suhu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser menuju reaksi eksoterm

Kelas XII

SK XIII

POLIMER

SK XIV

KOLOID

SK XV

SK -15

SK XVI

SK - 16

SK SD

SK - 11

SK XVIII

SK - SKnan